Sepeda membirukan langit kota!!!

Kurangi Pemanasan Global dengan Bersepeda

“Masyarakat Indonesia harus mencoba kendaraan alternatif, sepeda! Selain, hemat, sehat, cepat, sepeda tidak menyumbangkan polusi udara.” Kalimat singkat tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum melepas sepedawan yang tergabung dalam program Bicycle For Earth Goes To Bali.

Tidak dapat dipungkiri, sepeda sebagai salah satu bentuk transportasi turut mencegah perubahan iklim (climate of change) yang kian hari kian terjadi di bumi. Salah satu penyebabnya adalah pemanasan global (global warming) yang dipicu dengan meningkatnya emisi karbon akibat penggunaan energi fosil (bahan bakar minyak, batu bara).

Indonesia, dalam catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), memang tidak masuk dalam kategori penyumbang besar emisi karbon. Tapi bukan berarti negara kita ‘aman’. Tahun 2006 lalu, nama Indonesia tercatat dalam Guinness Book of Record sebagai perusak hutan nomor wahid (The Fastest Forest Destroyer). Dan itu merupakan ‘kontribusi’ Indonesia terhadap pemanasan global.

Tapi pemerintah Indonesia tentunya tidak tinggal diam, dan menyatakan niatnya untuk membantu mencegah serta memperlambat proses yang mengancam kelestarian lingkungan hidup itu. Dengan cara apa? Salah satu diantaranya ya dengan terus mensosialisasikan penggunaan sepeda sebagai moda transportasi. Indonesia juga ditunjuk menjadi tuan rumah konferensi internasional perubahan iklim “United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC 2007” di Bali yang diselenggarakan oleh PBB.

Ditunjuk sebagai tuan rumah, bukan berarti kesadaran masyarakat kita sudah tinggi terhadap isu-isu lingkungan. Hal ini terbukti dari masih banyaknya pekerja yang memilih naik kendaraan bermotor pribadi, dan enggan beralih ke sepeda. Celakanya lagi, sepeda kerap diidentikkan dengan alat transportasi kelas bawah. “Sepeda bukan milik masyarakat kelas bawah. Sepeda sudah menjadi bagian dari kehidupan menengah ke atas. Coba tengok berapa harga sepeda berspesifikasi (komponen) mewah?” bantah Toto Sugito, ketua Bike To Work (b2w).

Sepeda tidak hanya diproduksi bagi penghobi berkantung tebal, banyak juga yang dibanderol dengan harga terjangkau, terutama untuk diajak mengarungi jalan raya. Dan siapapun yang ingin berperan serta mengurangi polusi udara dan pemanasan global, patut menjatuhkan pilihan kendaraan alternatif pada sepeda. Para anggota b2w melakukan hal itu. Mereka peduli terhadap perubahan iklim yang terus melanda dunia. Beragam kegiatan telah dilakukan untuk mengurangi pemanasan global. Contohnya yang baru saja berlangsung pada 7-9 September, dimana mereka melakukan kampanye sekaligus sosialisasi pemakaian sepeda ke kantor. Selain mengurangi kemacetan di Jakarta, tujuan utama dari kampanye yang dilangsungkan bertepatan dengan hari jadi yang kedua organisasi tersebut adalah isu global warming.

Sumber: Majalah Cycling, Edisi 39, Desember 2007


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.